KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
243. Klemens XI (1700-1721)
Klemens lahir di Urbino pada 23 Juli 1649, dengan nama Gianfrancesco Albanic (Fransiskus Albani). Pada saat pemilihannya sebagai paus pada 8 Desember 1700 dia belum masuk anggota religius. Ia menerima itu hanya karena didesak oleh Dewan Agung. Mutlak bertentangan dengan nepotisme, ia seorang yang bermoral dan saleh. Ia melawan dan menghukum teoeri-teori pada Jansenisme dengan bulla Unigentus (1713) dan menentang “Ritus China” serta menetapkan hukuman moral bagi mereka yang tidak mau menerima penetapan tersebut. Dalam bidang politik, Klemens bukan orang brilian dan intervensinya tidak menarik hati orang. Ia berusaha menengahi Louis XIV dengan Leopold dari Hapsburg dalam hal keberhasilan Spanyol. Namun suaranya tidak didengarkan. Ia gagal melawan Amadeo dari Savoy yang menduduki Kerajaan Sisilia dan yang sedang siap-siap menelan wilayah-wilayah Kepausan juga. Ia mengalami konflik serius dengan raja Yosep I yang berakhir dengan perang tahun 1708. Berkaitan dengan pemerliharaan dan perlindungan atas warisan seni Roma, ia menyusun undang-undang yang melarang setiap orang membawa karya-karya seni keluar dari kota. Selajutnya ia mendirikan di Roma dan Bologna dua akademi, yaitu akademi melukis dan memahat. Ia juga mempromosikan karya misi hingga ke India, Filipina dan Cina. Pesta Maria Dikandung Tanpa Noda didekkarasikan perayaannya pada tahun 1708. Dia wafat pada 19 Maret 1721 dan atas permintaannya sendiri dia dimakamkan di bawah trotoar koor di Basilika St. Petrus.
|